IASM Jajaki Kolaborasi dengan BKSY untuk Memperkuat Solidaritas Alumni Seminari Mertoyudan

Jakarta – Ikatan Alumni Seminari Mertoyudan (IASM) mulai menjajaki peluang kolaborasi dengan BerKhat Santo Yusuf (BKSY) sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring solidaritas dan pelayanan bagi para alumni Seminari Mertoyudan.

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 18.00–19.30 WIB tersebut dihadiri oleh Ketua IASM Bonifacius Damar Juniarto bersama Bendahara IASM Ari Prasetyo. Keduanya memenuhi undangan pengurus BKSY untuk mendiskusikan kemungkinan kerja sama dalam pengembangan sebuah program baru yang diharapkan memberi manfaat nyata bagi para alumni.

Dari pihak BKSY hadir Kasiyanto (Mertoyudan 1972), Purwanto (Mertoyudan 1972), Basuki Ismail (Mertoyudan 1977), dan Albert (Mertoyudan 2006). Suasana pertemuan berlangsung hangat, terbuka, dan penuh semangat persaudaraan, mencerminkan ikatan yang telah lama tumbuh di antara para alumni lintas angkatan.

Dalam pertemuan tersebut, Bonifacius Damar Juniarto menyampaikan bahwa dialog ini membuka pemahaman baru mengenai sejarah dan semangat yang melatarbelakangi lahirnya BKSY. Menurutnya, BKSY berakar dari inisiatif para alumni Seminari Mertoyudan, khususnya kelompok PGU senior, sehingga nilai-nilai yang dihidupi organisasi tersebut sesungguhnya merupakan bagian dari semangat persaudaraan seluruh alumni Seminari Mertoyudan.

“Pertemuan ini memberi perspektif bahwa BKSY lahir dari rahim alumni Seminari Mertoyudan. Karena itu, semangat dan manfaatnya juga selayaknya dapat dirasakan oleh seluruh alumni,” ujar Amang, demikian pria ini biasa disapa.

Lebih jauh, ia menilai tantangan ke depan bukan hanya membangun organisasi, melainkan juga memperkuat budaya belarasa di antara para alumni. Belarasa tersebut diwujudkan melalui perhatian terhadap martabat setiap pribadi, terutama dalam memastikan bahwa setiap alumni memiliki akses terhadap kehidupan yang sehat dan bermartabat ketika menghadapi berbagai tantangan hidup.

“Yang perlu terus kita bangun adalah semangat belarasa untuk menyelamatkan martabat manusia. Bersama-sama kita perlu mencari jalan agar setiap alumni Seminari Mertoyudan memiliki kesempatan memperoleh akses pada kehidupan yang sehat dan bermartabat,” tambahnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama yang akan ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih mendalam. IASM juga berencana memperkenalkan program baru tersebut kepada seluruh alumni dalam forum Rumah Bersama, sehingga setiap alumni dapat memahami tujuan, arah, serta peluang keterlibatan dalam program yang sedang dipersiapkan.

Melalui sinergi antara IASM dan BKSY, diharapkan semangat persaudaraan yang telah dibangun sejak masa pembinaan di Seminari Mertoyudan semakin diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi dampak bagi kehidupan para alumni. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program yang memperkuat solidaritas, kepedulian, dan pelayanan di tengah keluarga besar alumni Seminari Mertoyudan.

Similar Posts