Sambutan Ketua IASM pada Acara Graduasi Siswa MU 111

Salve
salam sejahtera

Yang saya hormati dan banggakan:
Romo Istanto Pramujo SJ, Rektor Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan,
Romo Mario Plea Lagaor SJ, Direktur SMA Seminari
Romo Pujo Minister Seminari
Romo Sapto Jati Nugroho SJ, pamong Medan Utama

Segenap jajaran formator, kepamongan, romo romo, diakon, frater, suster dan bapak ibu guru staf pengajar dan karyawan seminari yang telah membimbing seminaris dengan penuh kesabaran,

Para orang tua seminaris yang berbahagia dan berbangga hati hari ini,

Serta yang saya cintai, para Alpha Leonis angkatan 111, para calon alfa … para pemimpin masa depan.

Selamat siang dan Berkah Dalem!

Tidak mau kalah dengan pak Bowo, saya buka dengan pantun. Mohon cakepnya nggih…

Pergi ke pasar membeli ikan…
Lalu dimasak dengan bumbu rempah….
Empat tahun telah teman2 jalankan…
Membentuk pribadi pemimpin yang pantang menyerah.

Romo-romo, Diakon, Suster, Bapak Ibu dan teman-teman terkasih…

Perkenalkan saya Damar Juniarto, ketua Ikatan Alumni Seminari Mertoyudan periode 2025-2028, tahun masuk 1991. Saya hadir bersama sejumlah pengurus IASM, mas Danang Wahyu selaku sekretaris, tahun masuk 2001 dan mas Benny Pudyastono Seksi Pengembangan Kapasitas Alumni tahun masuk 2005 serta ada sejumlah mas-mas yang juga alumni seminari mertoyudan di tengah2 kita di Aula Laudato Si. Terima kasih kami diterima masuk seminari kembali…. bukan untuk daftar jadi seminaris, tapi sudah jadi alumni.

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur setinggi2nya kepada Allah Bapa di surga, atas perkenannya hari ini hari cerah dan indah yang menjadi tonggak sejarah bagi kita semua.

Sesaat lagi, teman-teman akan melangkah keluar dari gerbang seminari sebagai alumni. Ada yang akan melanjutkan perjalanan panggilannya di lembaga hidup bakti dan seminari tinggi, dan ada pula yang akan melanjutkan perjalanannya sebagai mahasiswa di berbagai perguruan tinggi menjadi awam bermartabat. Ke mana pun kaki melangkah, ingatlah lirik dari mars kita : Hai Putra Seminari, Selalu Sehati. Maka hendaknya teman-teman selalu sehati, apapun peran yang akan teman-teman jalani dalam hidup nanti.

Di luar sana, teman-teman sudah ditunggu keluarga besar bernama IASM (Ikatan Alumni Seminari Mertoyudan) yang akan menemani perjalanan selanjutnya.

Mungkin teman2 bertanya, apa itu IASM? IASM adalah rumah bersama bagi seluruh alumni Mertoyudan, tanpa memandang angkatan maupun jalan hidup yang dipilih. Baik teman2 yang hari ini sampai di titik wisuda tetapi juga teman-teman kalian yang sebelumnya telah keluar dari proses formatio, semua adalah bagian dari IASM. Kita adalah jejaring yang saling menjaga, tempat berbagi pengalaman, dan ruang untuk tetap menghidupkan nilai-nilai yang kita terima di pendidikan seminari, di tengah kehidupan bermasyarakat.

Sejauh ini Alumni Merto membanggakan, ada 11 monsinyur bapa uskup 2 kardinal, sejumlah romo provinsial tarekat, tapi alumni yang awam juga tak kalah membanggakan Agustinus Prasentyantoko ekonom senior, Stephanus Pramono jurnalis BAP, Theodorus Wiryawan pebisnis ulung, Rektor Soegipranata University Setiawan Aji Nugroho dan pakar pendidikan Rogatianus Maryatmo, Widya Kiswara, dan banyak nama lainnya.

Saya berpesan untuk kalian:
Jangan putus hilang kontak. Tetaplah berjejaring dengan teman angkatan dan ikatan alumni.

Mengapa ini penting?
Dunia luar memiliki tantangan yang amat berbeda dengan di dalam tembok seminari. Lewat IASM, kalian bisa mendapatkan mentor dan teman diskusi yang memiliki frekuensi nilai yang sama.
Baik nanti yang masih berjubah maupun sebagai pekerja profesional, sinodalitas antara kaum religius dan awam adalah kekuatan luar biasa untuk Gereja dan Bangsa.

Satu hal yang perlu teman-teman sadari adalah bahwa kekuatan kita tidak hanya berhenti di lingkup Seminari Mertoyudan saja. Sebagai bagian dari keluarga besar pendidikan Jesuit dan seminari, kalian kini otomatis menjadi bagian dari jejaring yang lebih luas, yaitu Persaudaraan Lintas Kolese. Di luar sana, kalian akan bertemu dengan saudara-saudari dari Kanisius, Gonzaga, De Britto, Loyola, Mikael, PIKA, Adhi Luhur sampai Seminari Lecoque. Jejaring dengan alumni lintas kolese akan memudahkan kalian dalam beradaptasi di lingkungan baru, baik di kampus maupun di dunia kerja kelak. Maka saya sekaligus mengundang di akhir bulan juli tahun ini ada WUJA world union jesuit alumni di kota Yogyakarta

Berbanggalah sebagai alumnus Seminari Mertoyudan. Namun tetaplah rendah hati untuk membuka diri dan berkolaborasi dengan rekan-rekan dari kolese lain. Kita adalah satu keluarga besar dalam semangat yang sama.

Kini, babak baru menanti. Beberapa dari kita akan melanjutkan ke seminari tinggi, menapaki jalan panggilan untuk menjadi imam. Namun, tidak sedikit juga yang akan memilih jalan awam. Saya ingin menekankan: kedua pilihan ini sama baiknya, dan sama-sama dibutuhkan oleh Gereja untuk menyebarkan kebaikan. Jangan pernah berpikir semua upaya teman-teman sia-sia.

Dari survei Alumni Merto, satu identitas kuat adalah kita beruntung dibekali para formator dengan “scientia” —- kecintaan pada ilmu dengan habitus membaca dan berefleksi. Menghadapi era informasi yang serba cepat dan digital ini, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa ‘membaca adalah jalan merawat kebijaksanaan di era digital’. Beliau menegaskan bahwa di tengah budaya komunikasi yang serba instan, membaca bukanlah sekadar aktivitas intelektual, melainkan cara untuk memelihara pikiran dan memperdalam refleksi. Dengan merawat budaya membaca, teman-teman membangun keheningan, jarak, pemikiran mendalam, dan kebijaksanaan. Inilah bekal yang sangat kita butuhkan untuk menyaring kebenaran di tengah lautan informasi digital, sekaligus menjadi sarana untuk menjangkau sesama.

Di sinilah lulusan Seminari Mertoyudan ditantang untuk mengambil peran. Baik yang melanjutkan ke seminari tinggi maupun yang berkarya sebagai awam bermartabat, kita diutus untuk membawa nilai kejujuran, keadilan, dan semangat persaudaraan. Kita dipanggil untuk menjadi pembawa kebenaran, kebijaksanaan, serta perdamaian di tengah masyarakat.

Kita perlu sama-sama sadar, Indonesia saat ini sangat membutuhkan kehadiran Gereja Katolik melalui karya nyata kita. Bangsa ini tengah menghadapi tantangan besar: mulai dari pemberantasan korupsi, mengikis ketidaksetaraan.dan ketidakadilan, merawat persatuan, hingga tantangan teknologi digital dan AI dengan derasnya arus disinformasi dan berita bohong.

Proficiat!

Selamat atas kelulusannya! Selamat bergembira, selamat bergabung dalam IASM rumah bersama alumni seminari. Semoga semangat Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG) selalu menyertai langkah teman-teman di medan pengabdian yang baru.

Pantun penutup:
Padi menguning siap dipanen,
Simpan di lumbung dalam baki.
Bangga jadi alumni merto yang paten,
Semangat SSS tetap di hati.

Matur nuwun
Berkah Dalem.

Similar Posts